Modul Bendahara Penerimaan✨

A. Login

Untuk memulai tahapan lakukan login ke Modul Bendahara Penerimaan aplikasi SAKTI web, silahkan lakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Buka browser internet kemudian ketik https://sakti.kemenkeu.go.id/ , akan muncul tampilan seperti ini
  1. Kemudian setelah tampilan atas muncul lakukan pengisian
    1. Nama Pengguna isikan nama pengguna yang sudah didaftarakan
    2. Kata sandi isikan kata sandi yang dimiliki pengguna
    3. Pilih tahun anggaran kemudian klik tombol masuk
  1. Pastikan pada user Anda terdapat menu bendahara penerimaan. Anda dapat melakukan pengecekan ada/tidaknya menu tersebut pada modul bendahara
  2. Pilih menu pemindahan kas sub menu migrasi saldo awal kas bendahara penerimaan.

Jika tidak terdapat menu pencatatan bendahara penerimaan pada user Anda, maka lakukan langkah dibawah ini:

  1. Login dengan menggunakan user admin satker, kemudian pilih menu Administrasi → Admin → Pengelolaan pengguna dan Kontrol Akses → Pengelolaan Pengguna (satker).
  2. Klik pada user operator modul bendahara penerimaan yang digunakan untuk login sebelumnya.
  3. Scroll kebawah, pastikan pada kolom kelompok pengguna terdapat BEN_PEN. Jika pada kolom kelompok pengguna tersebut tidak BEN_PEN, silahkan kirimkan tiket ke haiDJPBN untuk menambahkan role tersebut pada user bendahara penerimaan.

Catatan: Lewati langkah ini jika saat login sudah terdapat menu bendahara penerimaan.

B. Perekaman Referensi Bendahara Penerimaan

  1. Sebelum melakukan transaksi pada modul bendahara, pastikan terlebih dahulu referensi- referensi bendahara penerimaan sudah dicatat. Langkah awal yang harus dilakukan adalah login dengan menggunakan user admin satker, kemudian akses menu Administrasi
  2. Pilih submenu Bendahara → Bendaharawan.
  3. Klik tombol rekam.
  4. Lengkapi data referensi bendaharawan seperti Pangkat NIP, NIP, Nama, Kelompok Jabatan, Jabatan (Pilih BENPEN), dan NPWP (isikan dengan NPWP Bendahara Penerimaan).
  5. Klik tombol simpan.
  1. Masih pada modul admin, pilih menu Umum.
  2. Kemudian pilih submenu Jabatan → Pejabat. Klik pada data referensi pejabat bendahara penerimaan, pastikan nama, NIP, dan NPWP sudah sesuai dengan data pada referensi bendahara.
  1. Login dengan menggunakan user bendahara penerimaan, kemudian pilih modul bendahara
  2. Klik pada referensi
  3. Pilih menu Referensi Detail Rekening.
  4. Klik tombol Tambah.
  5. Isikan data detail rekening bendahara penerimaan, Pilih jenis rekening “Bendahara Penerimaan” dan lengkapi isian lainnya seperti nomor rekening, nama rekening, nama cabang bank, nomor izin surat pembukaan rekening, dan tanggal izin surat pembukaan rekening. Jika ada RPL untuk penerimaan, tambahkan lagi dengan cara yang sama.
  6. Jika data isian sudah lengkap, klik tombol Simpan.
  1. Masih pada modul bendahara, pilih menu referensi → Referensi Wajib Pajak/Wajib bayar. Menu ini digunakan untuk mencatat data wajib pajak yang berguna pada saat akan mencatat perintah bayar.
  2. Klik tombol Tambah.
  3. Pilih jenis wajib pajak/wajib setor Bendahara Penerimaan.
  4. Isikan kelengkapan data wajib pajak lainnya. Untuk NPWP bendahara penerimaan akan terisi otomatis sesuai dengan NPWP yang sebelumnya telah direkam pada referensi bendaharawan.
  5. Klik tombol Simpan.

C. Perekaman Migrasi Saldo Awal Bendahara Penerimaan

Menu ini digunakan untuk mencatat saldo awal TA berjalan. Data saldo awal diperoleh dari saldo akhir TA yang lalu yang ada pada bendahara penerimaan. Jika pada akhir tahun anggaran lalu tidak terdapat sisa saldo apapun pada bendahara penerimaan, maka silahkan lewati langkah ini.

  1. Masuk ke modul bendahara
  2. Pilih menu Pemindahan Kas,
  3. kemudian Pilih submenu Migrasi saldo awal bendahara penerimaan.
  4. Klik tombol Tambah.
  1. Pilih tanggal 1 Januari 20xx (sesuai TA berjalan)
  2. Isikan nomor referensi (bebas sesuai format pada masing-masing satker). Nomor referensi wajib diisikan karena user tidak akan dapat melakukan proses simpan jika tidak mengisi nomor referensi.
  3. Pada menu kas masuk untuk saldo awal GL, silahkan diabaikan saja (tidak perlu diisi) karena nilai tersebut merupakan nilai saldo awal GL TA lalu dan nilai saldo awal GL tersebut tidak berpengaruh ke saldo awal LPJ tahun anggaran berjalan.

1. Lanjutkan ke kolom berikutnya, yaitu kas tunai. Isikan saldo kas tunai sesuai dengan saldo akhir riil tahun anggaran lalu. Jika sudah, lanjutkan ke pencatatan saldo kas bank dibawahnya (jika ada) atau langsung scroll kebawah dan klik tombol Simpan jika tidak ada saldo akhir pada kas bank bendahara penerimaan.

Rekam data kas bank atas kategori PNBP SBS, PNBP dana titipan, DPK, pajak, dan lainnya. Perhatikan data rekening pada kolom A dan pastikan saldo yang diisi pada kolom B sesuai dengan posisi saldo sebenarnya untuk menghindari kesalahan pencatatan.

Jika sudah, klik tombol Simpan.

  1. Untuk memastikan bahwa migrasi saldo awal yang sudah disimpan benar-benar tercatat pada kas bendahara, pilih menu pemindahan kas → kas bank/kas tunai bendahara penerimaan.
  2. Untuk melakukan pengecekan saldo lebih rinci, klik tombol saldo detail.
  3. Cocokkan data kas bank dan kas tunai per kategori pada saldo detail dengan saldo yang tersimpan pada saat migrasi saldo awal.
  4. Lebih lanjut dapat dilakukan pengecekan pada cetakan laporan buku kas bendahara penerimaan pada modul bendahara → menu cetak laporan.

D. Perekaman Setoran PNBP Bendahara Penerimaan SBS Tunai/Non Tunai

  1. Sebelum melakukan setor, terlebih dahulu catat uang masuk pada menu transaksi → mencatat uang masuk bendahara penerimaan.
  2. Klik tombol tambah
  3. Untuk isian nomor DIPA akan terisi otomatis oleh sistem.
  4. Pada identitas wajib bayar, pilih NPWP bendahara penerimaan yang sudah direkam sebelumnya.
  5. Isi nomor dan tanggal SPN (jika ada).
  6. Pilih jenis pemindahan kas “Tunai” jika ingin melakukan penyetoran PNBP secara tunai. Jika ingin melakukan penyetoran PNBP secara non tunai, pilih “Non Tunai”. Jika memilih opsi non tunai, isikan kolom “Rekening Bank” dibawah menu jenis pemindahan kas dan pilih nomor rekening yang akan digunakan untuk menyetor PNBP.
  7. Isi keterangan.
  8. Isikan tanggal SBS.
  9. Lengkapi kolom program, kegiatan, akun, dan jumlah sesuai dengan data PNBP rill yang akan dilakukan penyetoran.
  10. Pilih jenis PNBP Khusus.
  11. Klik Simpan.
  1. Pilih menu setoran → Setoran PNBP bendahara penerimaan, kemudian klik tombol Tambah.
  2. Pilih jenis setoran “PNBP Khusus”.
  3. Pilih jenis pungutan PNBP “SBS”.
  4. Pilih program dan kegiatan sesuai dengan program dan kegiatan yang sebelumnya telah direkam pada menu mencatat uang masuk bendahara penerimaan.
  5. Isi tanggal SSBP.
  6. Pilih NPWP wajib setor dengan NPWP Bendahara penerimaan.
  7. Isikan nomor dan tanggal SPN (opsional jika ada).
  8. Pilih cara penyetoran tunai jika pada saat mencatat uang masuk bendahara penerimaan memilih opsi tunai atau non tunai jika pada saat mencatat uang masuk bendahara penerimaan memilih opsi non tunai.
  9. Isi keterangan setoran.
  10. Pilih akun yang akan disetorkan
    Pada kolom jumlah dalam rupiah akan otomatis terisi jumlah setoran yang telah dicatat pada SBS sesuai dengan akun yang telah dipilih.
  11. Jika memilih opsi non tunai, pilih nomor rekening bank yang akan digunakan untuk melakukan setoran. Jika nomor rekening bank telah dipilih, secara otomatis sistem akan menampilkan sisa saldo kas bank atas rekening tersebut.
  12. Lengkapi data pada kolom pengesahan setoran, yaitu berupa tanggal penyetoran, kode billing, NTPN, dan nama bank tempat dilakukannya penyetoran PNBP.
  13. Klik Simpan.

E. Perekaman Setoran PNBP Bendahara Penerimaan Non SBS

Perekaman setoran PNBP Benpen non SBS bisa dilakukan dengan cara upload adk penerimaan dari SIMPONI maupun secara perekaman manual pada aplikasi SAKTI. Apabila satker ingin melakukan perekaman manual, maka silahkan ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pilih setoran → setoran PNBP bendahara penerimaan kemudian klik Rekam.
  2. Pilih jenis pengembalian setoran “PNBP Khusus”.
  3. Pilih jenis pungutan “Non SBS”.
  4. Isikan program dan kegiatan sesuai dengan data penyetoran riil.
  5. Pilih NPWP wajib setor.
  6. Isikan tanggal SSBP
  7. Isikan nomor dan tanggal SPN (jika ada)
  8. Isikan keterangan.
  9. Input nominal setoran
  10. Pilih akun PNBP yang akan disetor. Untuk cara pembayaran, rekening bank, dan saldo bank harap diabaikan saja karena memang dimatikan oleh sistem. Hal ini disebabkan karena setoran PNBP non SBS sudah disetorkan oleh pihak ketiga sehingga tidak mengurangi saldo kas tunai/bank pada bendahara (pencatatan hanya untuk keperluan pembukuan bendahara saja).
  11. Lengkapi data pada kolom pengesahan setoran, yaitu berupa tanggal penyetoran, kode billing, NTPN, dan nama bank tempat dilakukannya penyetoran PNBP. Klik Simpan.

F.  Perekaman Setoran PNBP Bendahara Penerimaan melalui Upload ADK SIMPONI

  1. Buka              aplikasi              SIMPONI              dari              peramban             dengan tautan https://simponi.kemenkeu.go.id/index.php/welcome/login kemudian isikan username dan password
  2. Klik tombol Masuk

1. Pilih menu Billing

1. Klik menu Backup Data ke Aplikasi SAS

  1. Isikan periode tanggal buku sesuai dengan data penerimaan yang akan di upload. Pada contoh gambar diatas, periode tanggal buku yang dipilih adalah satu bulan yaitu tanggal 1 Juni s.d. 30 Juni 2018
  2. Pilih jenis PNBP yang akan diunggah. Pada contoh diatas, jenis PNBP yang dipilih adalah seluruhnya yang mencakup PNBP fungsional, umum, dan non anggaran
  1. Klik tombol Backup Data Penyetoran PNBP, kemudian secara otomatis aplikasi akan mengunduh ADK Data penerimaan dengan ekstensi .zip
  1. Buka aplikasi SAKTI kemudian login dengan menggunakan user bendahara dan pilih modul bendahara
  2. Pilih menu Upload → Upload Data Penerimaan
  3. Klik tombol pilih, secara otomatis akan muncul pop up pada PC Anda.
  4. Pilih adk penerimaan dari aplikasi SIMPONI yang sebelumnya telah diunduh
  1. Klik tombol Open
  1. Jika file adk SIMPONI telah dipilih, lanjutkan dengan klik tombol Validasi Data. Akan muncul loading bar, silahkan tunggu sampai selesai
  2. Jika data sudah berhasil divalidasi, seluruh transaksi pada adk SIMPONI akan muncul pada kolom Data Valid. Pastikan semua data sudah sukses diunggah dan tidak ada data penerimaan yang masuk pada kolom Data Tidak Valid.
  3. Lanjutkan dengan klik tombol Upload Data
  1. Jika data sukses diupload, akan muncul pop up notifikasi sukses seperti pada gambar dibawah.
  1. Untuk memastikan bahwa data penerimaan telah sukses terunggah pada aplikasi SAKTI, klik menu Data Penerimaan
  1. Kemudian akan muncul pop up yang berisi rekap data penerimaan yang sebelumnya telah sukses diunggah

Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait upload data penerimaan (SIMPONI) ke Aplikasi SAKTI:

  1. Untuk memudahkan operator satker dalam merekam PNBP fungsional, saat ini Aplikasi SAKTI dapat menerima ADK yang dibentuk dari Aplikasi SIMPONI (ekstensi .zip).
  2. ADK tersebut dapat di impor pada aplikasi SAKTI menu Bendahara (Pengeluaran atau Penerimaan) – Upload – Upload Data Penerimaan.
  3. Proses upload ADK Penerimaan dapat merujuk ke petunjuk teknis terlampir.
  4. Data ADK Penerimaan yang di upload ke SAKTI bersifat setoran Non SBS sehingga tidak mempengaruhi pembukuan bendahara dan langsung membentuk jurnal pada modul GLP.
  5. Bagi satker lingkup DJKN diharapkan mengunduh ADK dari Aplikasi SIMPONI secara berurutan dalam rentang waktu tiap 1 (satu) bulan kalender (contoh; ADK dari tanggal 1 Januari 2018 – 31 Januari 2018).
  6. Bagi satker lingkup DJKN yang telah melakukan pencatatan uang masuk pada bendahara penerimaan, agar meneruskan proses input setoran bendahara penerimaan dan tidak lagi mengimpor untuk NTPN tersebut agar data tidak menjadi double.

Contoh kasus:

– Bendahara KPKNL telah merekam transaksi uang masuk bendahara penerimaan (setoran SBS) dari tanggal 2 Januari 2018 – 25 Januari 2018. Jika demikian, silahkan rekam transaksi setorannya hingga tanggal 31 Januari 2018. Untuk transaksi PNBP bulan Februari dan selanjutnya dapat dengan mekanisme impor.

G. Perekaman Transaksi Dana Pihak Ketiga / Dana Titipan

  • Untuk mencatat penerimaan berupa dana pihak ketiga (DPK) pada kas bank maupun kas tunai, silahkan lakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Pilih menu Pemindahan Kas.
  2. Pilih kas bank bendahara penerimaan jika DPK yang diterima masuk ke kas bank bendahara penerimaan.
  3. Klik tambah.
  4. Isi tanggal transaksi sesuai dengan tanggal masuk kas.
  5. Pilih jenis aktivitas “penerimaan bank”.
  6. Pilih kategori kas, dalam hal ini dikarenakan pencatatan DPK maka pilih Kas DPK.
  1. Pilih rekening bank sesuai dengan kondisi riil rekening yang mendapat penerimaan DPK.
  2. Isi juga jumlah uang
  3. Isikan nama pihak ketiga,
  4. Isikan keterangan transaksi.
  5. Setelah memilih rekening, secara otomatis aplikasi akan menampilkan posisi saldo atas rekening yang dipilih pada kotak “Saldo Kas”.
  6. Klik Simpan jika semua isian telah dilengkapi.

Apabila user ingin melakukan terima kas DPK dengan jenis tunai, maka silahkan ikuti langkah- langkah sebagai berikut:

  1. Pilih menu Pemindahan Kas
  2. Pilih menu Kas tunai bendahara penerimaan.
  3. Klik Tambah.
  4. Isi tanggal transaksi sesuai dengan kondisi riil penerimaan.
  5. Pilih jenis aktivitas penerimaan tunai.
  6. Pilih kategori kas “Kas DPK”.
  7. Isikan jumlah nominal penerimaan,
  8. Isikan keterangan,
  9. Isikan nama pihak ketiga.
  10. Nilai Saldo kas akan muncul otomatis saldo kategori DPK
  11. Klik Simpan jika sudah selesai melengkapi data.
  • Apabila bendahara penerimaan akan melakukan pemindahan kategori atas dana pihak ketiga yang sebelumnya dicatat pada kas bank, maka silahkan ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Pilih menu pemindahan kas
  2. Pilih sub menu kas bank bendahara penerimaan.
  3. Klik Tambah.
  4. Pilih tanggal transaksi sesuai dengan kondisi riil tanggal pemindahan kas.
  5. Pilih jenis aktivitas “Pemindahan kategori kas Bank”.
  6. Isi kategori kas sesuai dengan kondisi riil pemindahan kategori kas.
  7. Pilih juga rekening bank tujuan pemindahan kas (pada contoh diatas dipilih rekening DPK
  8. Isi nominal pemindahan,
  9. Isikan nama pihak ketiga,
  10. Isi keterangan.
  11. Isi kategori kas tujuan pemindahan.
  12. Jumlah saldo kas akan muncul otomatis
  13. Jika sudah lengkap, klik Simpan.

Apabila user ingin melakukan pemindahan kategori DPK dengan jenis tunai, maka silahkan ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pilih menu pemindahan kas
  2. Pilih kas tunai bendahara penerimaan.
  3. Klik tambah.
  4. Isikan tanggal transaksi pemindahan kategori.
  5. Pilih jenis aktivitas “Pemindahan Kategori Kas Tunai” jika ingin melakukan pemindahan kategori DPK ke kategori lainnya.
    Jika ingin melakukan pemindahan kas tunai ke kas bank atau kas bank ke kas tunai tanpa mengubah kategori, pilih jenis aktivitas “Pemindahan kas Bank ke Tunai” atau “Pemindahan kas tunai ke bank”.
  6. Isi kategori kas sesuai dengan kondisi riil pemindahan kategori kas. Misalnya, pada contoh gambar diatas pemindahan yang dilakukan adalah dari DPK
  7. Isi kategori tujuan kas pindah ke PNBP.
  8. Isi nominal jumlah pemindahanan kas
  9. Isikan keterangan
  10. Isikan nama pihak ketiga
  11. Klik Simpan.

  • Apabila bendahara penerimaan ingin mencatat keluar kas DPK secara non tunai, maka silahkan ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Pilih menu pemindahan kas
  2. Pilih kas bank bendahara penerimaan.
  3. Klik tambah.
  4. Pilih tanggal transaksi pengeluaran penerimaan.
  5. Pilih jenis aktivitas pengeluaran bank
  6. Pilih kategori kas DPK.
  7. Pilih rekening bank sesuai dengan posisi saldo DPK yang akan dikeluarkan,
  8. Isikan jumlah uang
  9. Isikan nama pihak ketiga
  10. Isikan keterangan.
  11. Klik Simpan.

Apabila bendahara penerimaan ingin mencatat keluar kas DPK secara tunai, maka silahkan ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pilih menu pemindahan kas
  2. Pilih kas tunai bendahara penerimaan.
  3. Klik Tambah.
  4. Isi tanggal transaksi sesuai dengan kondisi riil.
  5. Pilih jenis aktivitas “Pengeluaran Tunai”.
  6. Pilih kategori kas “Kas DPK”
  7. Isikan jumlah nominal kas yang akan dikeluarkan.
  8. Isikan jumlah,
  9. Isikan keterangan
  10. Isikan nama pihak ketiga]
  11. Klik Simpan.

H. Setoran PNBP yang berasal dari Dana Titipan/Dana Pihak Ketiga

Digunakan untuk menyetorkan PNBP yang berasal dari pindah kategori kas DPK ke PNBP. Pastikan bendahara penerimaan telah melakukan pemindahan kategori penerimaan dari DPK ke PNBP (lihat pada langkah sebelumnya di petunjuk teknis ini) kemudian lakukan langkah-langkah sebagai berikut untuk menyetorkan PNBP:

  1. Pilih menu setoran
  2. Pilih Setoran PNBP dana titipan.
  3. Klik Tambah.
  4. Pilih tanggal SSBP
  5. Pilih NPWP yang akan digunakan untuk menyetorkan PNBP.
  6. Isi keterangan setoran.
  7. Pilih cara pembayaran (tunai atau non tunai sesuai kondisi riil). Apabila penyetoran dilakukan secara non tunai, maka pilih rekening bank yang digunakan.
  8. Isikan juga program, kegiatan
  9. Pilih akun
  10. Input jumlah setoran.
  11. Isi tanggal diterima bank
  12. Isikan NTPN,
  13. Isikan NTB
  14. Isikan nama bank
  15. Isikan kode billing.
  16. Klik Simpan.

L. Setoran Pajak yang berasal dari Dana Titipan/Dana Pihak Ketiga

  1. Pilih menu setoran → setoran perpajakan.
  2. Klik Tambah.
  3. Isi nomor ketetapan (jika ada), masa pajak, tanggal setoran perpajaka dilakukan, serta pilih NPWP wajib pajak yang akan digunakan.
  4. Pilih cara penyetoran. Pilih tunai jika penyetoran dilakukan secara tunai dan non tunai jika penyetoran dilakukan secara non tunai. Pilih nomor rekening yang digunakan untuk penyetoran secara non tunai jika menggunakan cara penyetoran non tunai.
  5. Isikan keterangan nomor objek pajak, alamat objek pajak, jenis setoran, akun pajak, nominal setoran pajak, dan keterangan.
  6. Lengkapi data setoran seperti tanggal penyetoran, kode billing, NTPN, dan nama bank.
  7. Klik Simpan.

J. Monitoring Penerimaan Bendahara

Menu ini digunakan untuk memonitor kas-kas pada bendahara penerimaan dalam periode tertentu.

  1. Pilih menu monitoring → monitoring penerimaan bendahara
  2. Isikan periode tanggal yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan, kemudian klik cari
  3. Akan muncul data posisi kas saldo awal, penerimaan, penyetoran penerimaan, dan sisa penerimaan pada kolom sebelah kanan.
  4. Apabila terdapat penerimaan yang belum disetor, data penerimaan akan muncul pada kolom ini
  5. Apabila terdapat penerimaan yang sudah disetor, data setoran akan muncul pada kolom ini
  6. Apabila terdapat penyetoran yang sifatnya SBS, maka detail SBS akan muncul pada kolom ini
  7. Menu ini juga dapat menghasilkan cetakan monitoring dengan cara tekan tombol Unduh

K. Cetak LPJ Bendahara Penerimaan dan Pembentukan ADK LPJ Bendahara Penerimaan

  1. Untuk mencetak LPJ Bendahara Penerimaan, pilih menu cetak laporan → LPJ Bendahara Penerimaan
  2. Pilih jenis laporan LPJ Bendahara Penerimaan kemudian pilih periodenya. Pada contoh, periode yang dipilih adalah Januari 2200. Jika sudah, klik tombol cek periode.
  3. Isikan penjelasan selisih kas
  4. Isikan penjelasan selisih kas dan pembukuan UAKPA (jika ada).
  5. Untuk membuat ADK LPJ, klik tombol Proses
  6. Untuk mencetak LPJ bendahara penerimaan, klik Unduh.


Bagaimana Pengalman Anda Menggunakan Web ini?

  Hai, Chatbot SAKTI Siap Membantu