PEREKAMAN SPM PENGHASILAN PPNPN INDUK✨

I.     INFORMASI UMUM
  1. DESKRIPSI TRANSAKSI

SPM Penghasilan PPNPN Induk (217) digunakan untuk membayar pembayaran belanja pegawai bagi Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), Yang dimaksud dengan PPNPN adalah pegawai tidak tetap, pegawai honorer, staf khusus, dan pegawai lain yang penghasilannya dibebankan pada APBN, antara lain:

  1. Satpam, Pengemudi, Petugas Kebersihan, dan Pramubakti pada satker yang membuat perjanjian kerja/kontrak dengan KPA/PPK untuk melaksanakan kegiatan operasional kantor;
  2. PPPK/staf khusus/staf ahli non pegawai negeri pada Kementerian Negara/ Lembaga;
  3. Komisioner/pegawai non pegawai negeri pada lembaga nonstruktural;
  4. Dokter/Bidan PTT;
  5. Dosen/Guru Tidak Tetap; dan,
  6. Pegawai non pegawai negeri lainnya yang penghasilannya bersumber dari APBN.

Dalam hal ini, PPNPN tidak termasuk :

  1. Pegawai pada BLU yang penghasilannya dibayarkan dari pendapatan BLU;
  2. Pegawai tidak tetap/penerima honorarium yang ditugaskan terkait output kegiatan.

Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharan Nomor Per-8/PB/2019 tentang Perubahan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-31/PB/2016 tentang Tata Cara Pembayaran Penghasilan Bagi PPNPN Yang Dibebankan Pada APBN, bahwa prinsip pembayaran penghasilan PPNPN:

  1. Penghasilan PPNPN dibayarkan pada bulan berikutnya;
  2. Penghasilan PPNPN dapat dibayarkan pada bulan berkenaan setelah mendapat persetujuan Direktur Jenderal Perbendaharaan;
  3. Pembayaran Penghasilan PPNPN yang dilakukan sebelum penyelesaian pelaksanaan tugas harus disertai SPTJM;

Dalam rangka pembayaran penghasilan PPNPN pada hari pertama sebagaimana dimaksud dalam angka 2 huruf b, dilaksanakan dengan ketentuan:

  1. SPM menggunakan jenis SPM “Penghasilan PPNPN Induk” (Jenis SPP:217-Penghasilan PPNPN Induk);
  2. SPM ditambahkan lampiran berupa SPTJM yang ditandatangani KPA/PPK;
  3. Satker harus menyampaikan SPM ke KPPN pada tanggal 21 s.d. 26 bulan berkenaan;
  4. Dalam hal terdapat SPM penghasilan bulan berkenaan yang disampaikan pada tanggal 1 s.d. 20 dan tanggal 27 s.d. tanggal akhir bulan berkenaan, maka SPM tidak dapat diproses menjadi SP2D (dikembalikan);
  5. Proses penerbitan SP2D dilakukan mulai tanggal 21 s.d. 26 bulan berkenaan dan diberi tanggal 1 bulan berikutnya.

B. INFORMASI PENTING LAINNYA

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh satker (pengguna SAKTI):

  1. User harus memastikan data supplier tipe 6 sebagai penerima pembayaran atas Penghasilan PPNPN Induk telah direkam sebelumnya di pencatatan data supplier dalam Modul Komitmen.
  2. User harus memilih Header Supplier atas data supplier tipe 6 sebelum melakukan input penerima pembayaran atas Penghasilan PPNPN Induk pada kolom informasi supplier dalam form catat SPP.
  3. Input penerima pembayaran atas Penghasilan PPNPN Induk pada kolom informasi supplier dalam form catat SPP, dapat dilakukan dengan 2 (dua) mekanisme, antara lain:
    1. Upload file perhitungan pembayaran atas Penghasilan PPNPN Induk dengan format .csv yang dihasilkan dari Aplikasi SAS, atau
    1. Tambah manual penerima dan nilai bersih pembayaran atas Penghasilan PPNPN Induk.

II. ALUR PROSES

A. DIAGRAM ALUR PROSES

B. PENJELASAN DIAGRAM ALUR PROSES

  1. Input Supplier

Input Supplier mengacu pada Petunjuk tentang Perekaman Supplier.

  1. Input SPP

Login sebagai pengguna dengan kewenangan operator pada Modul Pembayaran.

  1. Masuk ke Modul Pembayaran → RUH SPP → Catat/Ubah SPP
  2. Pilih Jenis SPP 217 SPM Penghasilan PPNPN Induk
  3. Klik tombol tambah
  1. Pilih Dasar Pembayaran.
  2. Uraian pembayaran diisi sesuai jenis SPP-SPM yang telah dipilih.
  3. Pilih RPD yang telah dibuat sebelumnya, apabila nilai SPM melebihi 1 M (sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 197/PMK.05/2017 tentang Rencana Penarikan Dana, Rencana Penerimaan Dana, dan Perencanaan Kas) dan lewati proses ini, apabila nilai SPM kurang dari 1 M.
  4. Klik tombol “Supplier Header” untuk memilih supplier header. Pilih data supplier tipe 6, atas Supplier Header untuk pembayaran atas Penghasilan PPNPN Induk, dengan deskripsi “Para PPNPN XXXXXX”.
  5. Klik tombol “Tambah”, untuk input secara manual penerima dan nilai bersih pembayaran atas Penghasilan PPNPN Induk. Apabila satuan kerja hendak memanfaatkan fitur upload file CSV, maka langkah ini dapat dilewati.
  6. Klik tombol “Upload File CSV” untuk upload file ADK CSV yang berisi data nama penerima dan perhitungan pembayaran atas Penghasilan PPNPN Induk dengan format .csv yang dihasilkan dari Aplikasi SAS. (Perhatian: pastikan nama supplier header dalam file ADK CSV sama dengan supplier header yang dipilih). Apabila melakukan perekaman penerima pembayaran secara manual, maka langkah ini dapat dilewati.
    Kolom nilai bersih pada informasi supplier, baik yang diperoleh dari hasil upload file CSV maupun yang diinput secara manual, diisi dengan nilai bersih yang diterima oleh penerima pembayaran/PPNPN (Nilai tersebut merupakan nilai setelah dikurangi potongan 811141 – Penerimaan PFK Iuran Jaminan Kesehatan Pegawai Pemerintah Non PNS dari APBN).
  7. Klik tombol “RUH Akun” untuk menginput Akun Pengeluaran dan Akun Potongan.
  1. Klik Tombol “Rekam” untuk menambah Akun.
  2. Pilih Akun yang akan digunakan.
  3. Klik Tombol “Detail Coa”
  1. Klik tombol “Tambah”.
  2. Klik tombol “Kaca Pembesar” untuk mencari Segmen 15/16nya. Pilih Segmen tersebut.
  3. Masukkan nilai per detail segmen tersebut.
  4. Klik tombol “Simpan”. Apabila dalam akun yang sama terdapat lebih dari satu segmen 15/16, maka silakan ulangi langkah nomor 11-14.
  5. Klik tombol “Keluar” untuk kembali ke halaman sebelumnya.
  1. Klik tombol “Simpan” untuk menyimpan nilai akun yang digunakan. Apabila terdapat lebih dari satu akun, silakan ulangi langkah nomor 8-16.
  2. Klik tombol “Keluar” untuk kembali ke perekaman SPP.
  1. Klik tab “Akun Potongan/Penerimaan” untuk merekam potongan SPM.
  2. Klik tombol “RUH Akun”.
  1. Klik Tombol “Tambah” untuk menambah akun potongan/penerimaan.
  2. Cari akun yang akan digunakan. Apabila akun yang ingin direkam diawali dengan angka 4xx dan 8xx, maka silakan klik tombol “4xx & 8xx “. Namun apabila akun yang hendak direkam merupakan akun dengan awalan 5xx, maka silakan cari akun tersebut dengan klik tombol “5xx”.
  3. Apabila menggunakan akun 4xx atau 8xx, maka silakan isikan nilai potongan SPM atas akun tersebut di kolom Nilai. Apabila menggunakan akun 5xx, maka silakan klik tombol “Detail COA” untuk merekam nilai potongan SPM atas akun tersebut.
  4. Jika sudah selesai, klik tombol “Simpan”. Apabila hendak menambahkan akun lainnya, silakan ulangi langkah nomor 20-22.
  5. Klik tombol “Keluar” apabila perekaman potongan telah selesai dilakukan, untuk melanjutkan perekaman SPM tersebut.
  1. Klik tombol “Simpan”
  1. Cetak SPP

Login sebagai pengguna dengan kewenangan operator pada Modul Pembayaran.

  1. Masuk ke Modul Pembayaran →Cetak→Mencetak SPP
  2. Pilih SPP yang ingin dicetak
  3. Pilih PPK
  4. Pastikan Tempat dan Tanggal telah sesuai
  5. Klik tombol “Unduh” untuk mencetak SPP.
  6. Klik tombol “SSP” apabila ingin mencetak SSP
  1. Setuju SPP

Login sebagai pengguna PPK selaku validator pada Modul Pembayaran.

  1. Masuk ke Modul Pembayaran →Validasi→Validasi SPP
  2. Pilih SPP yang ingin divalidasi
  3. Klik tombol “Unduh Pra Cetak” untuk mencetak SPP yang akan divalidasi
  4. Klik tombol “Setuju” untuk menyetujui SPP.
  5. Klik tombol “Batal” apabila ingin membatalkan validasi atas SPP yang sudah divalidasi

5. Buat ADK SPP

Login sebagai pengguna PPK selaku validator pada Modul Pembayaran.

  1. Masuk ke Modul  Pembayaran  →ADK→ADK SPP  OTP
  2. Pilih SPP yang ingin dibuat ADK SPP dengan melakukan ceklis pada kolom pilih. Dapat memilih lebih dari 1 SPP sekaligus apabila diperlukan.
  3. Klik tombol “Proses”
  4. Klik tombol ‘Req OTP via SMS’ untuk meminta kode OTP.
  5. Setelah menerima kode OTP, silakan input pada kolom ‘Input OTP’.
  6. Klik tombol “Proses”
  1. Cetak SPM

Login sebagai pengguna dengan kewenangan operator pada Modul Pembayaran.

  1. Masuk ke Modul Pembayaran →Cetak→Mencetak SPM
  2. Pilih SPM yang ingin dicetak
  3. Klik tombol “Unduh”
  1. Upload Dokumen Pendukung

Login sebagai pengguna dengan kewenangan operator pada Modul Pembayaran.

  1. Masuk ke Modul Pembayaran →Catat/Upload→Upload Dokumen Pendukung
  2. Pilih SPM yang ingin diupload dokumen pendukungnya
  3. Pilih jenis dokumen pendukung
  4. Klik tombol “Pilih” untuk memilih file yang akan diupload
  5. Klik tombol “Upload”
  6. File yang akan diupload akan muncul
  7. Klik tombol “View” apabila ingin melihat file yang telah diupload
  8. Klik tombol “Hapus” apabila ingin menghapus file yang telah diupload sebelumnya
  1. Setuju SPM

Login sebagai pengguna PPSPM selaku approver pada Modul Pembayaran.

  1. Masuk ke Modul Pembayaran →Validasi→Validasi SPM
  2. Pilih SPM yang ingin divalidasi
  3. Klik tombol “Unduh Pra Cetak” untuk mencetak SPM yang akan divalidasi
  4. Klik tombol “Setuju”
  5. Klik tombol “Batal SPM” apabila ingin membatalkan validasi atas SPM yang sudah divalidasi. Klik tombol “Batal Dokumen Pendukung” apabila ingin membatalkan dokumen pendukung yang telah di upload sebelumnya.
  1. Buat ADK SPM

Login sebagai pengguna PPSPM selaku approver pada Modul Pembayaran.

  1. Masuk ke Modul Pembayaran →ADK→ADK SPM OTP
  2. Pilih SPM yang ingin dibuat ADK SPM. Dapat memilih lebih dari 1 sekaligus apabila diperlukan.
  3. Klik tombol “Proses ADK SPM”
  4. Klik tombol “Req OTP via SMS” untuk untuk meminta kode OTP.
  5. Setelah menerima kode OTP, silakan input pada kolom ‘Input OTP’.
  6. Klik tombol “Proses”
  1. Proses KPPN

Proses di KPPN Mengacu pada Standar Operasional Prosedur Pemrosesan SPM menjadi SP2D pada KPPN.

  1. Catat SP2D

Login sebagai pengguna dengan kewenangan operator pada Modul Pembayaran.

  1. Masuk ke Modul Pembayaran →Catat/Upload→ Catat/Upload SP2D
  2. Pilih SPM yang ingin dicatat No. SP2D
  3. Klik tombol “Catat SP2D Otomatis”.


Bagaimana Pengalman Anda Menggunakan Web ini?

  Hai, Chatbot SAKTI Siap Membantu